makalah fotografi

Foto Aura


BAB 1 Pendahuluan
I.                   Latar Belakang
Dalam penggunaan bahasa sementara ada kata "Aura", tapi maknanya bisa sangat berbeda. Bagi banyak orang, Aura hanya cahaya dari manusia. Bagi para ilmuwan, itu adalah, pancaran energi yang sudah ada, yang mengelilingi makhluk hidup. Aura ini berbentuk radiasi warna halus yang mengelilingi makhluk hidup. Setiap warna menandakan getaran tertentu yang memiliki arti yang berbeda. Pelukis, dan seniman dari segala usia telah menggambarkan Aura dalam sinar bercahaya bersinar lampu di sekitar manusia, tumbuhan, hewan, atau makhluk lainnya. Informasi ini, hanya dapat dirasakan oleh orang yang sensitif. Telah diteliti dan dibuktikan secara ilmiah dalam dekade terakhir. Ilmuwan modern mengukur Aura sebagai medan elektromagnetik di sekitar makhluk hidup. Aura dapat ditangkap melalui alt-alat khusus seperti kamera, maka dari itu penulis akan membahas tentang foto-foto aura serta kegunaannya bagi kehidupan manusia baik itu untuk penelitian atau lain-lain.
II.                Tujuan
Mendapatkan pengetahuan dari foto-foto aura serta alat-alat yang digunakan.












BAB 2 Pembahasan
Foto Aura
A.    Sejarah Teknologi Aura
Pada tahun 1980 seorang engineer dan penemu dari Amerika, bernama Guy Coggins, mengembangkan sebuah kamera yang dapat mendeteksi dan menampilkan aura manusia secara visual. Dikenal dengan nama Aura Imaging Photography, teknologi ini mampu memproduksi representasi warna-warna aura dalam spektrum yang lengkap. Pada tahun 1992, Guy Coggins memperkenalkan penemuan muktahirnya ini dengan nama Aura Camera 6000. Aura Camera 6000 inilah yang dibawa dan dikembangkan di Indonesia.
Cara kerja kamera aura ini diawali dengan menangkap gelombang-gelombang elektromagnetik yang memancar dari setiap cakra yang ada dalam diri manusia. Gelombang-gelombang itu kemudian dideteksi melalui titik akupuntur di telapak tangan yang mewakili keseluruhan tubuh. Melalui prosesor di dalam kamera, gelombang-gelombang itu dikonversikan dalam warna-warna tertentu yang selanjutnya dicetak oleh Polaroid menjadi hasil foto aura. Selanjutnya warna-warna aura yang tampil dalam hasil foto aura inilah yang merepresentasikan gambaran jati diri seseorang.

B.     Kamera Khusus Foto Aura

lensa.jpg   viewfinder.jpg   cam2.jpg
Aura camera 6000                                                            Aura Emulation Camera
  





C.     Arti serta Makna Warna Aura
Diri Anda, teman Anda, hewan, tumbuhan, dan semua benda hidup memancarkan aura. Lalu apa arti serta makna warna aura? Ada 12 warna aura beserta artinya sbb:

MERAH
Jika seseorang pancaran auranya berwarna merah berarti ia dipenuhi sifat kuasa dan ego untuk mencapai kesuksesan.Warna merah ini sering tertahan dimasa kecil, dimana dari lingkungan keluarganya dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan cita-cita keluarga, sehingga tampak keruh dan berantakan.Setelah beranjak dewasa dan mampu hidup mandiri, auranya akan meluas dan ia akan mampu melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
Orang yang mempunyai warna latar aura merah, sifatnya suka memrintah, bertanggung jawab dan mempunyai sifat pemimpin. Mempunyai sifat kasih sayang dan sikap hangat kepada sesama. Merah juga menAndakan sifat berani.Sifat negative dari warna merah adalah penggugup.

JINGGA (Pink)
Seseorang yang pancaran auranya berwarna jingga, maka ia mempunyai sifat kepedulian.Mempunyai sifat alami kemampuan intuitif, bijaksana dan mudah bergaul. Warna jingga mempunyai sifat sebagai juru damai, timbang rasa, praktis. Sifat negatif warna jingga adalah, malas, tidak mampu dan tidak peduli.

KUNING
Seseorang yang pancaranya auranya berwarna kuning, mempunyai sifat yang antusias dan mengasyikan. Berpikir dengan cepat dan menghibur orang lain. Senang berkumpul, menikmati percakapan yang panjang. Senang belajar tapi sifatnya hanya coba-coba sehingga pengetahuanya hanya sebatas kulitnya saja. Warna kuning juga suka dengan gagasan dan berekspresi. Sifat negative dari warna kuning adalah malu-malu dan suka berdusta.

HIJAU
Jika seseorang pancaran auranya berwarna hijau, maka ia mempunyai sifat sejuk dan damai dan ia juga berbakat untuk menjadi seorang penyembuh alami. Sikapnya kooperatif, dapat dipercaya, dan murah hati. Sifat hijau menyukai tantangan, bekerja tanpa kenal lelah, mudah dimintai tolong. Sifat negatifnya bersifat kaku dalam memAndang setiap persoalan.

BIRU
Seseorang yang pancaran auranya berwarna biru, orang tersebut secara alami mempunyai sifat positf dan antusias. Warna biru biasanya berhati muda, tulus, jujur dan jika bertindak sesuai dengan pikirannya. Mempunyai kebebasan, tidak suka dibatasi atau dilarang. Menyukai perjalanan, menyaksikan tempat baru dan bertemu dengan orang-orang baru, bisa menutupi perasaan dan bisa menyimpan rahasia. Sifat negatifnya kesulitan menyelesaikan tugas.

NILA
Sifatnya hangat, menyembuhkan dan mengasuh. Senang memecahkan maslah, senang menolong. Sifat negatifnya ketidakmampuan mengatakan “tidak” sehingga sering dimanfaatkan orang lain.

UNGU
Seseorang yang pancaran auranya berwarna ungu, maka ia menyukai kegiatan-kegiatan spiritual dan metafisika. Sifat negatifnya merasa unggul dari yang lain.

PERAK
Mempunyai gagasan-gagasan besar, namun sebagian diantaranya tidak praktis. Sering tidak mempunyai motivasi.

EMAS
Mempunyai kemampuan menangani proyek-proyek dan tanggung jawab dalam skala besar. Mempunyai sifat kharismatik, pekerja keras, sabar. Mencapai kesuksesan pada usia lanjut.

MERAH JAMBU
Mempunyai sifat yang tegas, keras kepala, cita-citanya tinggi dan mempunyai perencanaan. Secara alami mereka mereka adalah orang-orang sederhana, tidak berlagak, senang menjalankan hidup dengan tenang.

PUTIH
Sifatnya tidak menonjolkan diri, sederhana, sangat manusiawi laksana orang-orang suci. Tidak mempunyai sifat ego, lebih tertarik pada kesejahteraan orang lain.Intuitif, bijaksana, idealis dan cinta damai.

HITAM
Bila seseorang pancaran auranya berwarna hitam, bisa diartikan orang tersebut diselubungi oleh kemisterian, karena orang ini sifatnya kadang terbuka dan kadang tertutup. Warna hitam bisa diartikan mempunyaisifat yang tidak baik, culas artinya mempunyai maksud jelek terhadap oaring lain yang ditemuinya. Jika warna hitam berkombinasi dengan warna merah, orang tersebut mempunyai sifat yang tidak baik dan jahat.

D.    Contoh-contoh Foto Aura

siap-foto.jpg          foto-aura.jpg
contoh-foto-aura.gif

Aris Berbagi Info- Cara Melihat Aura.jpg



E.     MANFAAT FOTO AURA

Melalui foto aura Anda dapat mengenali dan memahami jati diri yang sesungguhnya. Tentunya secara lebih obyektif, karena foto aura ini menggunakan peran teknologi yang dapat meminimalisir unsur subyektifitas.
Dengan memahami dan mengenal jati diri Anda ini, banyak keuntungan yang bisa didapat. Di antaranya, Anda jati lebih paham mengenai modal potensi yang Anda miliki sehingga bisa Anda dayagunakan secara tepat. Sebaliknya area-area yang menjadi titik kelemahan yang selama ini menjadi faktor penghambat keberhasilan, bisa Anda ubah dan kembangkan menjadi hal yang positif. Kesuksesan pun akan mudah diraih saat Anda sudah benar-benar memahami dan menguasai diri Anda.
Pemanfaatan hasil foto aura ini akan menjadi maksimal jika disandingkan dengan penggunaan kristal alam yang bermanfaat untuk menyeimbangkan energi aura dalam diri manusia. Kristal alam secara ilmiah telah terbukti memiliki energi Piezo yang dapat menyerap, menyimpan dan melepas energi listrik dalam tubuh manusia sehingga menjadikannya seimbang. Hasilnya, pikiran dan perasaan Anda pun menjadi terfokus setelah menggunakan kristal.
“Saat Anda berhasil mengenali satu macam kelebihan diri dan memanfaatkannya, Anda akan menjadi ‘dua kali’ lebih hebat dari sebelumnya. Namun ketika Anda berhasil mengenali satu macam kelemahan diri dan mau mengubahnya, Anda dapat menjadi ‘berkali-kali’ lebih hebat dari sebelumnya“











Referensi

·         kingfotoaura.com/
Foto-foto
·         arisfourtofour.blogspot.com
·         katsbookofshadows.blogspot.com
·         iput3oyas.multiply.com/.../13/Deteksi-Anak-Indigo-lewat-Foto-Aura
·         kingfotoaura.com
·         theauracamerastore.com



Sudah Meninggal, Pria Ini Tetap Hadiahi Istrinya Bunga Saat Valentine

Meskipun hanya bunga, hadiah apapun meski sederhana tetap bisa membuat wanita tersenyum. Seperti yang dirasakan wanita ini. Suaminya yang sudah meninggal tetap bisa membuatnya tersenyum karena saat Valentine masih mengirimkannya bunga. Bagaimana bisa?

Sue Johnston menceritakan kisah mengharukan dan romantis ini dalam sebuah majalah, seperti dikutip Huffington Post. Sue mengatakan, dia dan suaminya, John sudah menikah selama 46 tahun. Selama itu juga, John tidak pernah absen memberikannya bunga disertai tulisan singkat: My love for you grows.

John meninggal dua tahun lalu. "Empat anak, 46 buket (bunga) dan cinta sepanjang hidup adalah warisannya untukku," tulis Sue asal Houston, Texas.

Sepuluh bulan setelah John meninggal, Sue melalui Valentine pertamanya tanpa sang suami. Di hari kasih sayang itu, Sue terkaget-kaget karena dia menerima bunga yang berasal dari suaminya. "Marah dan sedih, aku menelepon tukang bunga untuk mengatakan ada kesalahan," kisah Sue.

Namun di ujung telepon, si tukang bunga bilang kalau bunga yang mereka kirimkan memang untuk Sue. Rupanya John sudah memberikan sejumlah uang agar bunga tetap dikirimkan pada istrinya sepanjang hidup wanita itu.

"Dia meminta kami untuk memastikan bahwa Anda menerima bunga tersebut setiap Hari Valentine tiba," tulis Sue menirukan ucapan tukang bunga.

Mendengar perkataan tukang bunga tersebut, menurut Sue, jantungnya seperti mau meloncat keluar. "Aku tutup teleponnya dan membaca kartu (di bunga). Di sana tertulis, 'My love for you is eternal'," tulis wanita 68 tahun itu di akhir kisahnya.

sumber : wolipop

Modul Public Relation, HUMAS


MODUL PUBLIC RELATION (ILMU HUMAS)
•       Gejalanya sudah ada sejak manusia pertama lahir ADAM & HAWA ditandai dengan :
-          Hubungan seseorang dengan orang lain
-          Pemberitahuan seseorang kepada orang lain
-          Upaya mempengaruhi orang lain
-          Dsb.
PR tumbuh dari kebudayaan manusia/ masyarakat untuk memperoleh (barang, jasa, nama baik)
•       Peristiwa yang menjadi indikator :
  1. Penyambutan Ratu Balqis kepada Nabi Sulaiman karena ada sesuatu yang bertentangan yaitu agama
  2. Peristiwa Mark Antony yang disambut oleh Cleopatra
  3. Jaman Gilda/ perniagaan karena ada barang-barang sejenis waktu di Eropa tersebut ada ikatan/ organisasi dalam bidang perniagaan tujuannya supaya tidak ada persaingan
1. PRESS AGENTRY/ KEAGENAN PERS
                kegiatannya berkaitan dengan promosi tentang seseorang/ organisasi/ perusahan untuk mencapai publisitas yang menyenangkan di media massa baik cetak maupun elektronik
2. PUBLICITY/PUBLISITAS
                Merupakan teknik bercerita mengenai seseorang/ organisasi/ perusahaan atau sesuatu hal  yang direncanakan untuk menciptakan goodwill dan menarik minat publik terhadap seseorang/ organisasi
3. PUBLIC RELATIONS/ HUBUNGAN MASYARAKAT
                                Merupakan perkembangan dari publicity, dimana publicity dalam konsep PR merupakan komponen utama dari kegiatannya. (SUDAH MENJADI KODE ETIK INTERN&EKSTERN). Keampuhan dan pengaruh PR di Amerika Serikat sebagai suatu profesi mulai berkembang pesat semenjak Perang Dunia II. Perkembangan PR yang pesat akhirnya menciptakan satu profesi penting yaitu Public Relations Officers (PRO) atau Praktisi Humas. Para PRO juga membentuk kelompok professional atau asosiasi dan menyusun “Code of Ethics”.
                                Selain itu perkembangan PR ditandai dengan didirikannya fakultas atau jurusan Public Relations di berbagai universitas di banyak negara.

Di indonesia ada 4 fase perkembangan dalam pertumbuhannya
  1. Fase pertama th.1962, cikal bakal pembentukan Humas di Indonesia secara resmi melalui presidium kabinet PM Juanda, dimana pada masa ini diinstruksikan agar setiap instansi pemerintah mempunyai bagian Humas
  2. Fase kedua th.1967-1971, mulai dibentuk “Badan Koordinasi Kehumasan atau BAKOHUMAS Pemerintah”
  3. Fase ketiga th.1972 memunculkan Public Relations di kalangan profesional pada lembaga swasta yang ditandai dengan didirikannya “Perhimpunan Hubungan Masyarakat (PERHUMAS). Keanggotaan PERHUMAS terdiri atas anggota perorangan dan anggota lembaga.
                Pada 10 April 1987 dibentuk wadah profesi Public Relations yakni Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI), yang merupakan asosiasi dari perusahaan-perusahaan PR nasional yang independen.
4.       Pada tahun 1995 sampai sekarang mulai bermunculan forum-forum Humas Profesional baik itu dikalangan Swasta Hotel berbintang, BUMN, sampai pada Humas Perguruan Tinggi, yang ditandai dengan terbentuknya Himpunan Humas Hotel Berbintang, Forum Humas BUMN, Forum Humas Perguruan Tinggi.
5. Pada tahun 2006 dibentuk PERHUMASS (Perhimpunan Hubungan Masyarakat Sekolah)

Munculnya Istilah Public Relations
  1. Thomas Jefferson menggunakan istilah public relations dalam pesannya yang disampaikan pada Kongres ke-10 tahun 1807 di Amerika Serikat.
  2. Pada tahun 1882 dalam sambutan pada Hari Sarjana di Yale Law School
  3. Pada tahun 1966, Edward L Bernays mengklaim berhak mendapat julukan “Bapak Public Relations” karena berjasa mempopulerkan istilah itu dalam bukunya Crystalizing Public Opinion yang diterbitkan dalam tahun 1923
  4. Penemu Public Relations modern adalah Ivy Lee karena pada tahun 1921 ia menerbitkan buletin PR secara regular di New York.
Pengertian Public Relations
v  Definisi  Public Relations menurut M.O Palapah & Atang Syamsudin
                PR adalah suatu bentuk spesialisasi komunikasi yang bertujuan untuk memajukan saling mengerti dan bekerjasama antara semua publik yang berkepentingan guna mencapai keuntungan dan kepuasan bersama.
v  F. Rachmadi (1992:20) empat essensi PR :
  1. PR merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh goodwill, kepercayaan, saling pengertian dan citra baik dari publik atau masyarakat
  2. Sasaran PR adalah menciptakan opini publik yang favorable, menguntungkan semua pihak
  3. PR merupakan unsur yang sangat penting dalam manajemen  guna mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi/ perusahaan.
  4. PR adalah usaha yang kontinyu untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara suatu badan dengan masyarakat dengan melalui suatu proses komunikasi timbal balik.
v  Onong Uchjana Effendy, empat esensi PR
                (ciri-ciri atau karakter PR) :
  1. PR adalah kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi yang berlangsung dua arah secara timbal balik.
  2. PR merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh manajemen suatu organisasi.
  3. Publik yang menjadi sasaran kegiatan Humas adalah publik intern & ekstern.
  4. Operasionalisasi PR adalah membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publik dan mencegah terjadinya rintangan psikologis, baik yang timbul dari pihak organisasi maupun dari pihak publik.
v  Onong Uchjana Effendy, empat esensi PR
                (ciri-ciri atau karakter PR) :
  1. PR adalah kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi yang berlangsung dua arah secara timbal balik.
  2. PR merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh manajemen suatu organisasi.
  3. Publik yang menjadi sasaran kegiatan Humas adalah publik intern & ekstern.
  4. Operasionalisasi PR adalah membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publik dan mencegah terjadinya rintangan psikologis, baik yang timbul dari pihak organisasi maupun dari pihak publik.



Area of work
  1. Bisnis dan Industri
  2. Pemerintah
  3. Militer
  4. Rumah Sakit
  5. Perguruan Tinggi
  6. Sekolah
  7. Bank
  8. Hotel
  9. Supermarket
  10. Restaurant
  11. Asuransi
  12. Perusahaan konstruksi/ peralatan/ kontraktor
  13. Rumah Sakit/ Klinik/ Puskesmas
  14. Kantor Pengacara
  15. Travel/ KBIH
  16. Pelayanan Transportasi/ maskapai penerbangan
  17. Organisasi Jasa/ Perbaikan/ Service Center
  18. Radio
  19. Televisi
  20. Dan lain sebagainya (perusahaan/ institusi/ lembaga/ organisasi/ yayasan/ kantor di berbagai  sektor bidang

Istilah PR di Indonesia/ nama-nama lain PR di Perusahaan yg menjalankan Fungsi & kegiatan PR
  1. Humas (Hubungan Masyarakat). Meskipun di Bhs Inggriskan berbeda arti dan maknanya.
  2. Public Affairs
  3. Corporate Communication
  4. Corporate Secretary
  5. Corporate Relations
  6. Public Information
  7. Corporate Affairs
  8. Departemen Komunikasi & Pemasaran
  9. Dan lain sebagainya.
Ciri Yang harus dimiliki Oleh Pribadi Seorang PR
“Proud to be in PR”.
  1. Niat/ motivasi
  2. Punya Ciri Khas
  3. Citra/ Image baik
  4. Jujur
  5. Profesional
  6. Kreatif/ banyak ide
  7. Inovatif
  8. Komunikatif
  9. Kemampuan Manajerial/ Kepemimpinan
  10. Berwawasan luas
  11. Skill Bahasa & Teknologi Komunikasi
  12. Clean : Bersih dalam pakaian dan penampilan
  13. Careful : Perhatian
  14. Charming : Mempesona atau simpatik
  15. Cheer : Menyambut dengan gembira, baik
  16. Chummy : akrab/ bergaul/ membina relasi
  17. Punya Program Kerja
  18. Kampanye
  19. Event yang lebih spesifik dan berkesinambungan
  20. dsb
Falsafah PR
  1. Etika
  2. Kejujuran/ Kebenaran
  3. Kepercayaan
Fungsi PR
•          Secara Universal :
                1. Menyampaikan kebijakan manajemen pada publik
                2. Menyampaikan opini publik pada manajemen
•          Onong Uchjana Effendy :
  1. Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi
  2. Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik ekstern maupun intern
  3. Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada organisasi.
  4. Melayani publik dan menasehati pimpinan organisasi demi kepentingan umum
Fungsi PR
Merekam pendapat publik (baik & buruk)
Mengevaluasi opini publik (berdasarkan fakta-fakta)
Menginformasikan/ menyampaikan kepada manajemen
                Public Relations merupakan interpretor yang dapat menterjemahkan kebijakan pimpinan ke dalam bahasa publik dan sebaliknya dapat menterjemahkan bahasa publik ke dalam bahasa pimpinan secara operasional.



                Seorang PRO (Public Relations Officer) atau PRP (Public Relations Practioner) harus mempunyai keterampilan khusus, yaitu :
  1. Sebagai Creator : memiliki kreativitas dalam penciptaan suatu gagasan, ide-ide atau buah pemikiran yang cemerlang. Termasuk melakukan Research (Penelitian)
  2. Conceptor : Mempunyai kemampuan (skill) sebagai konseptor dalam hal penyusunan program kerja Kehumasan,strategi manajemen pelayanan prima dan rencana program lainnya seperti Promotion (promosi) dan Publicity  (publikasi).
  3. Mediator : kemampuan menguasai Human Relations dan teknik komunikasi (Communications), baik secara lisan maupun tertulis dalam penyampaian pesan atau informasi dari lembaga/ organisasi yang diwakilinya kepada publik.
  4. Problem Solver/Counselling : Mampu mengatasi setiap permasalahan yang dihadapinya, baik secara pro aktif, antisipatif, inovatif, dinamis dan solutif memberikan bimbingan dan konsultasi
Berbagai Kegiatan Organisasi yang dilakukan dalam Konteks-Konteks Public Relation:
Antara lain :
-          Mengelola berbagai media PR (Cetak, Lisan, cetak&lisan)
-          Mengelola Marketing (profit) dan Coorporate PR (Society)
“PR harus kreatif, Penginformasian/ publikasi dibuat besar-besaran ke tiap pelosok, buat gebrakan/ ide”
Alat / tools dalam bekerja PR
  1. Menulis (Writing)
1)      Press Release(Berita kegiatan perusahaan atau produk untuk dimuat di media massa)
2)      Berita atau informasi Publikasi/ pengumuman
3)      Jurnal/ majalah perusahaan
4)       e-mail, chatting, surat menyurat
5)      Materi/ bahan Iklan dan Advetorial
6)      Materi/ bahan product knowledges, marketing kit, alat promosi, brosur, flyer, dsb
7)      Materi/ bahan Company Profile
8)      Materi/ bahan Web Site Perusahaan
2.  Editing (menyunting dan monitoring)
1)      Press Release(Berita kegiatan perusahaan atau produk untuk dimuat di media massa)
2)      Berita atau informasi Publikasi/ pengumuman
3)      Jurnal/ majalah perusahaan
4)       e-mail, chatting, surat menyurat
5)      Materi/ bahan Iklan dan Advetorial
6)      Materi/ bahan product knowledges, marketing kit, alat promosi, brosur, flyer, dsb
7)      Materi/ bahan Company Profile
8)      Materi/ bahan Web Site Perusahaan
9)      Photo
10)   video
3. Speaking (Berbicara)
1)      Menjadi nara sumber
2)      Komunikasi lewat telepon
3)       sponshorship/ hubungan kerja sama
4)      Kunjungan
5)      Chatting & Video conference
6)      Konferensi Pers
7)      pertemuan dengan Pers/ undangan dengan Pers
8)      rekreasi dengan klien/ pers
9)      Gathering
10)   coffee morning
11)   Publikasi/ pengumuman
12)   Talk show, seminar.
13)   terhadap Pelanggan
14)   Dsb.
Tujuan PR
Ø  secara universal :
                Untuk menciptakan, memelihara, dan meningkatkan citra yang baik dari organisasi kepada publik yang disesuaikan dengan kondisi-kondisi daripada publik yang bersangkutan, dan memperbaikinya jika citra itu menurun/ rusak.

Ø  4 hal prinsip dari tujuan PR :
  1. Menciptakan citra yang baik
  2. Memelihara citra yang baik
  3. Meningkatkan citra yang baik
  4. Memperbaiki citra jika citra organisasi/ perusahaan kita menurun/ rusak.
q  Macam Citra menurut Frank Jefkins :
1. The Mirror image : menitik beratkan pada tingkah laku manajemen perusahaan, menyangkut tingkah laku kepemimpinan organisasi atau tingkah laku dari personal-personal yang ada pada organisasi tersebut.
2. The Current Image : Pengetahuan dan pengalamaan publik terhadap organisasi tertentu (current = kabar yang beredar) dari mulut ke mulut.
3. The Corporate Image ; Citra berdasarkan pada :
                a. Reputasi (baik buruknya nama perusahaan)
                b. Aktivitas (kegiatan-kegiatannya)
                c. Perilaku manajemen perusahaan
4. The Product Image : Pada kualitas, performance, selling point atau mempunyai sifat jual tersendiri yang berbeda dengan sifat jual perusahaan lain.
5. The Multiple Image : Image yang bermacam-macam karena tingkah laku yang berbeda-beda dari yang mewakili organisasi. Seorang PRO (Public Relation Officer) harus dapat menyampaikan kebijaksanaan manajemen perusahaan terhadap publik secara utuh dan terbuka.
Ø  Agar Perusahaan memperoleh image yang baik maka PRO dapat mengupayakan jalan :
  1. Menciptakan Public Understanding (Pengertian Publik)
                Publik memahami perusahaan apakah itu dalam hal produk, jasa, aktivitasnya, reputasinya, perilaku manajemen, dsb.
2.   Public Confidence (Adanya kepercayaan publik terhadap organisasi kita)
                Publik percaya bahwa hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan adalah benar dan dapat diandalkan
3.   Public Support (adanya unsur dukungan dari publik terhadap organisasi kita) dalam bentuk material = membeli dan spritual = pendapat
4. Public Cooperation (adanya kerjasama dari publik terhadap organisasi kita) untuk keuntungan dan kepuasan bersama
Beberapa aspek yang merupakan unsur pembentuk citra & reputasi perusahaan antara lain;
(1)    fokus pada pelanggan
(2)     mutu produk dan pelayanan
(3)    Kepercayaan
(4) inovasi
(5) penegakan Good Corporate Governance (GCG)
(6) kehandalan manajemen
(7) tanggung jawab lingkungan
(8) tanggung jawab sosial
(9) suasana kerja yang ideal dan aman 
(10) keunggulan dan kepekaan SDM
•                       Cara membangun citra perusahaan yang positif adalah dengan membentuk budaya perusahaan yang baik, kemudian menuangkan budaya dan value tersebut dalam strategi perusahaan serta mengimplementasikannya dalam identitas perusahaan yang baik, interaksi (behaviour) perusahaan, komunikasi dan penggunaan simbol yang baik.
•       Cara pengukuran citra perusahaan adalah dengan melihat 8 aspek yaitu:
  1. Kualitas produk & layanan
  2. Kualitas Manajemen
  3. Inovasi yang dilakukan
  4. Kemampuan untuk menarik, mengembangkan dan mempertahankan SDM yang handal
  5. Tanggungjawab sosial terhadap lingkungan
  6. Kemampuan keuangan
  7. Nilai-nilai sebagai wujud investasi jangka panjang
  8. Penggunaan asset-asset perusahaan
•       Quality, yang mengandung unsur orientasi pada pelanggan, kualitas produk dan layanan, kepercayaan dan inovasi
•       Performance, yang mengandung unsur pertumbuhan kinerja dan kualitas manajemen
•       Responsibility, dengan unsur tanggung jawab terhadap lingkungan dan tanggung jawab sosial
•       Attractiveness, yaitu penciptaan lingkungan kerja yang nyaman dan kualitas SDM yang handal
Ø  Tips untuk dapat membangun citra perusahaan yang positif adalah dengan cara :
Ø  Memperhitungkan persepsi stakeholder perusahaan
Ø  Strategi pembentukan citra perusahaan harus menjadi komitmen bersama seluruh manajemen
Ø  Pengenalan terhadap kompetensi dan citra perusahaan sendiri, sehingga memudahkan untuk memperkuat kompetensi yang ada
Ø  Fokus pada tujuan yang akan dicapai
Ø  Kreatif, menampilkan sesuatu yang berbeda dan dengan cara yang berbeda
Ø  Konsisten, terus menjaga konsistensi  pembangunan citra perusahaan yang berkesinambungan